Diskusi Terbuka ”Mewujudkan Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 yang Berintegritas” Kita Mulai dari Jabar

DISKUSI TERBUKA: CEO Radar Bogor Group Hazairin Sitepu, Ketua Bawaslu RI Abhan, Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini, dan Direktur Eksekutif Komite Pemantau Legislatif Indonesia Syamsuddin Alamsyah, dalam diskusi terbuka Radar Bogor, di aula Graha Pena, Jalan KH Abdullah Bin Nuh, Kota Bogor, Ahad (29/10/17). Sofyan/Radar Bogor

DISKUSI TERBUKA: CEO Radar Bogor Group Hazairin Sitepu, Ketua Bawaslu RI Abhan, Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini, dan Direktur Eksekutif Komite Pemantau Legislatif Indonesia Syamsuddin Alamsyah, dalam diskusi terbuka Radar Bogor, di aula Graha Pena, Jalan KH Abdullah Bin Nuh, Kota Bogor, Ahad (29/10/17). Sofyan/Radar Bogor

POJOKSATU.id, BOGOR – Jelang pesta demokrasi serentak 2018 dan Pemilu 2019, Radar Bogor kembali menggelar diskusi terbuka di Graha Pena, Abdullah Bin Nuh, Kota Bogor, akhir pekan kemarin.

Bersama Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Indonesia dan Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), diskusi bertajuk ”Mewujudkan Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 yang Berintegritas”, menghadirkan empat narasumber, yakni: Ketua Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI) Abhan, Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini, Direktur Eksekutif Kopel Indonesia Syamsuddin Alamsyah, serta CEO Radar Bogor Group Hazairin Sitepu.

Turut hadir pula peserta Obsesi di antaranya Ketua KPU Kota dan Kabupaten Bogor, Ketua Bawaslu Kota dan Kabupaten Bogor, serta para ketua partai politik tingkat Kota dan Kabupaten Bogor.

DISKUSI: Para petinggi parpol di Kota dan Kabupaten Bogor, di antaranya, Ketua DPC Partai Demokrat Usmar Hariman bersama Ketua KPU Kota Bogor, Undang Suryatna (kanan berpeci) antusias menghadiri diskusi terbuka Radar Bogor bersama Bawaslu RI, Kopel, dan Perludem, di Graha Pena, KH Abdullah bin Nuh, minggu (29/10/17). Sofyan/Radar Bogor

PILKADA Jawa Barat (Jabar) 2018 adalah prakondisi Pemilu 2019 serta Pilkada serentak Nasional 2024. Pesta demokrasi di bumi pasundan ini juga menjadi momentum partai politik mengumpulkan amunisi pemenangan Pemilu 2019 mendatang. Namun kondisi itu juga menjadikan Jabar sebagai wilayah dengan potensi pelanggaran dan kecurangan pemilu yang sangat tinggi.

“Jawa Barat begitu diperhitungkan dari sisi anatomi Pilkada dengan 32 juta jiwa pemilih. Jawa Barat harus bersiap. Ini tidak boleh main-main!,” tegas Direktur Eksekutif Perkumpulan Pemilu untuk Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini, pada diskusi terbuka Radar Bogor, di aula Graha Pena, Jalan KH Abdullah Bin Nuh, Kota Bogor, minggu (29/10/17).

Titi mengingatkan, PR besar saat ini adalah bagaimana Pilkada Jawa Barat 2018 bisa terlaksana dengan lancar, jujur-adil serta berintegritas. Terlebih menghadapi tantangan kompleksitas dan beban yang dihadapi oleh penyelenggaran dan peserta.

“Jangan-jangan karena APBD anggaran lebih bersahabat dari pada anggaran pemilu serentak, (penyelenggara, red) konsen lebih di Pilkada. Ini pekerjaan besar bagaimana mengatur ritme persiapan pilkada, di saat yang sama juga sedang menuju 2019 (pilpres),” kata Titi, pada diskusi yang mengangkat tema ”Mewujudkan Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 yang Berintegritas”.


Feeds