No Bra Day Sedunia, Ajak Perempuan Deteksi Kanker Payudara Sejak Dini

No Bra Day (Foto: Getty Image)

No Bra Day (Foto: Getty Image)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Tepat pada hari ini, Jumat (13/10/2017) menjadi peringatan Hari Tanpa Bra atau No Bra Day sedunia yang diadakan satu tahun sekali.

Momen ini dijadikan sebagai momen mengunggah kesadaran publik dimana setiap perempuan untuk tidak menggunakan bra selama sehari penuh.

Kendati ‘Hari Tanpa Bra’ merupakan peringatan resmi setiap tahunnya, hingga kini belum ada keterangan pasti mengenai sejarah kemunculan No Bra Day.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa No Bra Day diperingati setiap tanggal 9 Juli dan ada juga yang mengatakan tanggal 13 Oktober merupakan hari tanpa bra.

Dilansir dari CNN Indonesia, No Bra Day berawal dari Toronto, Kanada oleh dokter bedah, Mitchell Brown.

Awalnya, Bra yang merupakan akronim dari Breast Reconstrucion Awareness (BRA) Day bertujuan untuk mengedukasi perempuan akan pilihannya ketika harus menghadapi mastektomi.

Pada tahun 2014, BRA Day diperingati oleh 30 Negara di dunia. Pada peringatan ini, kemudia muncul sejumlah diskusi tanya jawab akan kanker payudara dan mendengar kisar inspirasi dari para penyintas kanker.

Momen ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap para penderita kanker payudara.

Namun di Amerika pada tanggal 13 Oktober yang jatuh pada hari ini diperingati sebagai Hari Tanpa Bra.

Menurut data Departemen Kesehatan pada tahun 2013, kanker payudara menempati urutan kedua setelah kanker serviks sebagai penyakit kanker dengan prevalensi tertinggi di Indonesia.

Laki-laki maupun perempuan harus mengetahui bagaimana mendeteksi secara dini mengenai penyakit satu ini.

Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) ini dilakukan sebulan sekali, paling baik dilakukan pada hari ke-7 sampai hari ke-10 dihitung dari hari pertama haid.

Bagi yang sudah mengalami menopause, pemeriksaan payudara sendiri dilakukan pada tanggal yang sama setiap bulannya.

Pemerikasaan juga dapat dilakukan saat mandi ketika di depan cermin dengan memeriksa daerah dekat putting hingga bawah ketiak selama 10 menit.

Hampir 85% kanker payudara dapat terdeksi oleh si penderita bahkan dapat menyerang siapa saja, demikian laporan CNN.

(pkl2/mia/pojoksatu)




loading...

Feedss