Pengedar Obat PCC Diciduk, Salah Satunya Apoteker, Begini Modusnya

POJOKSATU,id-Setelah banyak remaja di Kendari menjadi korban obat PCC, Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara bekerja sama dengan BNNP Sulawesi Tenggara bergerak cepat mengejar dan menangkap para pengedar obat-obatan tersebut.

Hasilnya, petugas telah berhasil mengamankan delapan orang terduga pengedar obat yang efeknya mirip narkoba Flakka itu.

Kedelapan orang tersebut, terdiri atas berbagai kalangan, mulai dari pengangguran, apoteker hingga ibu rumah tangga. Mereka juga diamankan dari berbagai tempat, termasuk Kabupaten Kolaka dan Kota Kendari.

“Selain kedelapan orang penyalur obat daftar G itu, kita juga berhasil mengamankan barang bukti ribuan obat-obatan berbagai jenis dan uang tunai jutaan rupiah. Ada beberapa jenis yang diedarkan, termasuk somadril, tramadol, dan PCC,” kata Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara, AKBP Sunaryo.

BACA : Inilah Obat yang Bikin Pelajar Kendari Masuk RSJ, Efeknya Mirip Narkoba Flakka

BACA : Ngeri! Video Remaja Kejang-kejang dan Bertingkah Aneh Seperti Kena Efek Zombie Flaka

Kedelapan orang tersebut saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Direktorat Narkoba Polda Sulawesi Tenggara. Sunaryo mengatakan, para penyalur obat-obatan daftar G ini disangkakan Pasal 196 dan Pasal 197 Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009.

“Para pelaku dikenakan Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009, pasal 197 dan pasal 196 dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara,” ujar Sunaryo.

Menurutnya, para tersangka mengedarkan obat terlarang tersebut melalui jaringan komunitas anak-anak muda di Kendari.

“Jadi obat ini disampaikan dari mulut ke mulut di komunitas mereka (korban). Dari teman-temannya dikatakan obat ini bisa bikin fly, tenang. Tersangka awalnya mengedarkan obat secara gratis. Lalu setelah pembelian pertama, baru dijual berbayar,” ujarnya.

(ysp/pojoksatu)

Feeds