Keras! Komnas PA Minta Walikota Bogor Tanggung Jawab

Arist Merdeka

Arist Merdeka

POJOKSATU.id, BOGOR- Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait angkat bicara terkait kasus bullyng di SMAN 7 Bogor.

Arist mendesak Wali Kota Bogor Bima Arya untuk bertanggung jawab. Karena kasus ini dinilai sebagai kegagalan pengelolaan pendidikan di Kota Hujan.

Aksi-aksi bullying masih saja terus terjadi hingga jatuh korban. Sementara bagi pelaku bullying bisa dikenakan hukuman berupa retokrasi dengan memanggil semua orang yang terlibat di dalamnya.

“Harusnya bisa memberitahu anak bahwa hal itu buruk dan tidak tepat dilakukan. Ini harus menjadi evaluasi, sebab sistem manajemen pendidikan sudah tak berjalan. Harus jadi evaluasi, saya akan mendatangi Kabupaten dan Kota Bogor. Bogor sudah darurat kekerasan anak, seperti bullying dan pencabulan. Apalagi kasus TK Mexindo belum tuntas,” terangnya.

BACA JUGA:

Siswa SMAN 7 Bogor Dibully 20 Senior Dipaksa Tenggak Miras dan Tawuran

Disdik Laporkan Kasus Bullyng di SMAN 7 Kota Bogor

Arist menambahkan, sekolah juga gagal menerapkan manajemen penanaman moral pada siswa. Karenanya sekolah harus bertanggung jawab. Bila diabaikan, pihak sekolah bisa dikenakan pidana 5 tahun penjara sesuai dengan ketentuan Pasal 54 UU 23/2002 yang diubah ke UU 35/2014 tentang perlindungan anak.

“Di situ disebutkan, setiap sekolah wajib jadi zona aman dari kekerasan bagi peserta didik dan guru,” tandasnya.

(wil/radar Bogor/pojoksatu)

AHM Luncurkan All New Honda PCX Produksi Indonesia

loading...

Feeds