Inilah Obat yang Bikin Pelajar Kendari Masuk RSJ, Efeknya Mirip Narkoba Flakka

Pil obat PCC yang diduga merubah puluhan pelajar Kendari jadi zombie tak kurang dari setengah jam usai dikonsumsi

Pil obat PCC yang diduga merubah puluhan pelajar Kendari jadi zombie tak kurang dari setengah jam usai dikonsumsi

POJOKSATU,id-Pelajar di Kendari yang menjadi korban obat pil PCC (Paracetamol, Caffeine, Carisoprodol) terus bertambah. Data terbaru, total pelajar yang harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kendari sebanyak 50 orang dari sebelumnya 32 orang.

Seperti apa bentuk obat terlarang itu? Badan Narkotika Nasional (BNN) menjelaskan pil PCC yang dikonsumsi puluhan remaja di Kendari itu bukan lah jenis narkotika apalagi narkoba flakka.

“Flakka sangat berbeda dengan kandungan zat atau obat-obat PPC yang dikonsumsi oleh anak sekolah di Kendari,” ujar Deputi Pemberantasan BNN Inspektur Jenderal Arman Depari.

Menurutnya, pil PCC biasa dikonsumsi untuk penghilang rasa sakit. “Dan juga sebagian di antaranya digunakan untuk obat sakit jantung,” ujar Arman.

BACA : Ngeri! Video Remaja Kejang-kejang dan Bertingkah Aneh Seperti Kena Efek Zombie Flaka

Menurutnya, PCC tidak bebas diperjualbelikan. Harus dengan izin dan resep dokter. “Tapi ternyata ini beredar secara bebas, bahkan dijual kepada anak-anak sekolah dengan harga 20 butir Rp 25 ribu,” ujar Arman.

PCC, jika dikonsumsi secara berlebihan dapat membuat orang kejang-kejang, mual-mual, dan seluruh badan terasa sakit.

“Nah kalau dilihat dari kegunaannya bisa kita simpulkan bahwa ini adalah obat keras. Obat yang tidak boleh bebas beredar,” pungkasnya.

(ysp/pojoksatu)

Berita Rekomendasi

Feeds