Di Balik Kematian Debora di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Ada Kekacauan BPJS

Henny Silalahi saat bersama mendiang Tiara Debora. Foto ist

Henny Silalahi saat bersama mendiang Tiara Debora. Foto ist

POJOKSATU.id, JAKARTA – Di balik kematian bayi Tiara Debora diduga akibat penerapan administrasi keuangan Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat, ada kekacauan BPJS.

Sebab, rumah sakit itu sejatinya sudah sigap memberikan pelayanan dan perawatan medis saat Debora datang.

Hal itu bahkan sempat diakui oleh orang tua sang bayi, Henny Silalahi dalam sebuah wawancara di televisi swasta beberapa waktu lalu.

Saat itu, dokter langsung memberikan perawatan awal di IGD dengan memerikasa dan memberikan obat pengencer dahak sebagai tindakan pertolongan pertama terhadap Debora.

Kasus Bayi Debora, Pidana 10 Tahun Disiapkan untuk RS Mitra Keluarga

“Iya, tim medis (RS Mitra Keluarga Kalideres) sigap dalam menangani Debora selama di IGD,” kata Henny Silalahi.

Bayi Tiara Debora meninggal diduga karena telat mendapat penanganan. Foto ist

Bayi Tiara Debora meninggal diduga karena telat mendapat penanganan. Foto ist

Selanjutnya, dokter merekomendasikan kepada Henny untuk diberikan perawatan lebih lanjut ke ruang PICU yang disetujui Henny.

Lalu, Kebijakan penerapan deposit atau uang muka yang cukup besar tak bisa dilanggar manajemen Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres.

Terbaru, 14 Fakta Hasil Investigasi Kematian Bayi Tiara Debora

Sayangnya, Kartu BPJS Kesehatan yang dimiliki ternyata tidak bisa digunakan karena rumah sakit swasta itu tidak kerja sama.

Birgaldo Sinaga (berkacamata) bersama orangtua Tiara Debora di pemakaman. Foto via facebook Birgaldo Sinaga

Birgaldo Sinaga (berkacamata) bersama orangtua Tiara Debora di pemakaman. Foto via facebook Birgaldo Sinaga

 

Akibatnya, pihak keluarga Debora memutuskan mengalihkan perawatan Debora ke ruamh sakit lain yang bisa menggunakan BPJS.

Dalam kasus ini, pengamat masalah kesehatan Marius Widjajarta menilai peran BPJS harus lebih mendapat sorotan.


Feeds