Parah, Ladies Karaoke Pakai Seragam SMP dan SMA Layani Tamu

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSATU.id, SORONG- Sebanyak enam wanita pemandu lagu karaoke diamankan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Papua Barat. Mereka ditangkap lantaran mengenakan seragam sekolah, SD, SMP dan SMA saat bekerja melayani tamu.

Para ladies pemandau karaoke bekerja di Double Q Karaoke. Mereka dinilai telah melecehkan dunia pendidikan lantaran mengenakan seragam sekolah melayani tamu.

Kabid Humas Polda Papua Barat AKBP Hary Supriyono menuturkan, polisi mendatangi Doubel Q Karaoke berdasarkan laporan masyarakat.

“Di dalam karaoke ditemukan beberapa ladies menggunakan seragam sekolah,” ujar Hary Supriyono kepada wartawan, seperti dilansir Radar Sorong (gurp pojoksatu), Rabu (13/9).

Para ladies ini bukan berstatus sebagai pelajar. Mereka menggunakan seragam sekolah atas inisiatif sendiri untuk memberi nuansa baru dalam rangka peringatan hari ulang tahun Double Q Karaoke.

“Mereka pakai seragam atas kehendak masing-masing (ladies),” tutur Kabid Humas.

Para ladies yang sempat diamankan ini berinisial Rs, Yl, YS, ET, Rm dan Vt. Sehari-harinya bertempat tinggal di Reremi Puncak, Manokwari. Penggeledahan pada Sabtu (9/9) dini hari sekitar pukul 02.00 WIT dipimpin AKP Agustina Sineri dan AKP Gultom.

Polisi telah memintai keterangan RW selaku pemilik, JR selaku manajer serta RS selaku koordinator ladies Double Q Karaoke ini.

“Dari keterangan yang diperoleh, mereka (ladies) menggunakan pakaian seragam sekolah ini atas inisiatif sendiri, bukan karena permintaan perusahaan,” tandasnya.

Perbuatan pada ladies yang menggunakan seragam sekolah saat bekerja melayani tamu ini dinilai telah melecehkan pendidikan. Para pelaku dalam kasus ini dijerat Pasal 2 UU Nomor 21 Tahun 2007 yang mengatur tentang perdaga­ngan orang. Para ladies tak ditahan, hanya dikenakan wajib lapor.

“Penggunakan seragam sekolah bukan pada peruntukannya. Kasusnya ditangani Dit Reskrimum,” tandas Hary.

(lm/pojoksatu)


Feeds