Bos First Travel: Dana Jemaah Dibawa Kabur Marketing Saya

Pemilik First Travel Anniesa Hasibuan dan Andika Surachman yang dikenakan pasal penipuan oleh polisi. (DHIMAS GINANJAR/JAWA POS)

Pemilik First Travel Anniesa Hasibuan dan Andika Surachman yang dikenakan pasal penipuan oleh polisi. (DHIMAS GINANJAR/JAWA POS)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Bos pemilik First Travel sepertinya tak lelah membikin 55 ribu lebih calon jemaah umrah yang jadi korbannya gemes dan geregetan setengah mati.

Usai diduga melarikan dana setoran calon jemaahnya dengan menginvestasikan ke bisnis lain dan menggunakannya untuk kepentingan pribadi, Andika dan Anniesa masih terus berkelit.

Bahkan, sejumlah aset yang ditemukan Bareskrim Polri, masih juga tak mau diakui dan disebutnya bukan lagi miliknya.

Padahal, aset-aset temuan tersebut berstatus hak milik.

FIX! Hasil Analisis PPATK atas Rekening First Travel Bikin Tambah Geregetan

Asetnya Ditemukan, Bos First Travel Masih Gak Ngaku, Bikin Gemes

Terbaru, Andika Surachman Siregar dan Anniesa Desvitasari Hasibuan mengaku telah menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh salah satu pegawainya sendiri.

Andika Surachman Siregar, Anniesa Desvitasari Hasibuan. Kiki Hasibuan

Hal itu diungkap kuasa hukum barunya, Niru Anita Sinaga, di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (28/8).

“Dia bilang ada dana jamaah dari agen First Travel yang tidak disertakan ke rekening biro travel,” ungkap Niru kepada awak media.

Pemilik First Travel Ternyata Memiliki Perilaku Aneh. Bikin Gemes!

PPATK: Uang First Travel untuk Bisnis Lain, Barang Berharga dan Liburan ke Luar Negeri

Niru menyebut, kliennya itu telah menjadi korban penipuan karyawanannya sendiri.

Akibat aksi tipu-tipu pegawainya itu, Andika-Anniesa kehilangan uang sampai dengan Rp1 miliar.

Meski begitu, Niru menyebut bahwa informasi tersebut harus didalami lagi kebenarannya.

FIX! First Travel Ditinggal Pengacaranya lagi

Dicecar Sampai Tengah Malam, Bos First Travel Selalu Mewek

“Apa benar uang itu masih ada di tangan oknum-oknum yang lain. Dan itu ternyata sekitar Rp1 miliar lebih,” bebernya.


Feeds