Pilgub Jabar: Poros Baru Enam Partai Makin Mengerucut

Ketua DPW PPP Jabar Ade Munawaroh Yasin (pegang mic) bersama para petinggi parpol. FOTO: ATEP KURNIAWAN/POJOKBANDUNG

Ketua DPW PPP Jabar Ade Munawaroh Yasin (pegang mic) bersama para petinggi parpol. FOTO: ATEP KURNIAWAN/POJOKBANDUNG

POJOKSATU.id, BANDUNG- Petinggi enam partai politik (parpol) melakukan pertemuan di Hotel Horison, Bandung, Senin (21/8/2018). Mereka berkumpul untuk mendiskusikan Pilgub Jabar, termasuk Pilkada serentak 2018.

Keenam partai itu ialah Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Demokrat, Partai Gerindra, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).

Hasil pertemuan yang diinisiasi oleh DPW PPP Jabar tersebut mengarah pada pembentukan poros baru untuk Pilgub Jabar.

“Bebaslah mau disebut poros apa, mau poros baru, poros tengah atau apa pun silakan bagaimana enaknya,” ungkap Ketua DPW PPP Jabar Ade Munawaroh Yasin, kepada wartawan, usai pertemuan.

Ade mengakui, tidak menutup kemungkinan kesepahaman pikiran dari semua perwakilan partai politik tersebut akan menuju pada kesepakatan membentuk satu ikatan koalisi untuk pengusungan pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2018-2023.

“Tapi kami berkumpul untuk kesepahaman agar Jabar lebih baik lagi ke depan, mumpung kondisi politik saat ini masih cair,” tegas Ade.

Ia menegaskan, di luar enam partai ini tidak diundang karena masing-masing sudah menjalin kesepakatan sendiri dan ada pula partai yang sudah mengusung calon gubernur.

Kesepahaman ini bukan untuk penentuan calon gubernur/wakil gubernur, tetapi untuk membangun Jawa Barat ke depan.

“Mudah-mudahan kami bisa koalisi,” harapnya.

Senada dengan Ade, Ketua DPD Partai Demokrat Jabar Iwan Sulandjana mengatakan, partainya memiliki visi misi yang sama dengan lima partai lainnya untuk menjaga marwah partai.

Maka semua sepakat untuk bergabung, menyamakan persepsi jangan sampai suhu politik Pilgub Jabar memanas seperti yang terjadi pada Pilgub DKi 2017.

“Kita gak ingin seperti (Pilgub) DKI Jakarta,” tegas mantan Pangdam III/Siliwangi berpangkat Mayjen itu.

Sementara Ketua DPD Partai Gerindra, Mulyadi menegaskan, dirinya hadir dalam pertemuan itu dengan kapasitas sebagai ketua partai. Seperti halnya Iwan Sulandjana, partainya juga tak ingin Pilgub Jabar termasuk Pilkada serentak di 16 kabupaten/kota diwarnai kericuhan.

“Kami ingin cari formulasi dan masukan agar marwah partai tetap terjaga. Jangan sampai suhu Pilgub Jabar dan Pilkada naik sampai ke pusat,” tegas Mulyadi.

(atp/pojokbandung)


Feeds