Kalau Golkar–PDIP Berkoalisi, Rieke atau Puti Disebut-sebut Bakal Dampingi Dedi Mulyadi

Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi yang juga Bupati Purwakarta. (FOTO : net)

Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi yang juga Bupati Purwakarta. (FOTO : net)

POJOKSATU.id, Purwakarta – Golkar dan PDIP disebut-sebut akan menjalin koalisi untuk menghadapi pemiihan Gubernur Jawa Barat pada bulan Juni 2018 mendatang. Sebagaimana diketahui, Golkar kini solid mendukung Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk maju sebagai calon Gubernur Jawa Barat. Sementara, dari pihak PDIP masih belum juga menyebutkan nama tokoh secara spesifik.

Menanggapi  fenomena ini, Pakar politik dari Universitas Padjadjaran (UNPAD), Muradi mengatakan, dari sisi elektabilitas, sangat wajar jika Golkar dan PDIP memutuskan untuk mengusung Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi sebagai calon Gubernur. Hal ini terkait kapasitas Dedi yang sudah teruji menjadi nakhoda Partai Golkar di provinsi dengan jumlah pemilih terbesar di Indonesia tersebut.

Sebagai konsekuensi politik dari skema koalisi, PDIP pun dinilai oleh Muradi harus segera menyodorkan nama untuk mendampingi Dedi. Berdasarkan hasil pengamatan dirinya, terdapat dua nama yang bisa menjadi pendamping sepadan Bupati Purwakarta dua periode tersebut.

“Kalau kita melihat peta elektabilitas, maka yang muncul adalah Dedi Mulyadi sebagai Cagub dan Rieke atau Puti sebagai Cawagub pendampingnya,” beber Muradi, Senin (14/8), saat dihubungi.

Alasan terkait skema ini, lanjut Muradi adalah karena Rieke Dyah Pitaloka merupakan figur lapangan yang dapat menghasilkan banyak suara dalam Pilgub Jabar. Rieke sendiri adalah calon Gubernur Jawa Barat pada Tahun 2013 lalu yang didampingi oleh pegiat anti korupsi, Teten Masduki.

“Dia punya suara hampir 30%. Itu bisa menjadi modal untuk 2018,” singkatnya melanjutkan.

Puti Guntur Soekarno pun menurut Muradi dapat melengkapi sosok Dedi Mulyadi. Pembawaan Puti yang memiliki karakteristik tenang dianggap akan membuat warga Jawa Barat nyaman. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pemilih.

“Kalau Puti, dia cucu Bung Karno, orang akan nyaman dengan karakteristik dia yang tenang. Walaupun secara figur dia belum terlalu muncul seperti Rieke,” ucapnya.

Jika salah satu dari Rieke atau Puti dipasangkan dengan Dedi Mulyadi, hal ini jelas akan berdampak besar terhadap elektabilitas pasangan ini dalam Pilgub Jabar 2018. Rieke sudah memiliki basis yang bisa digalang kembali, sementara Puti dapat melakukan pendekatan ideologis karena merupakan cucu dari Proklamator RI.

Diluar nama tersebut, PDIP sebenarnya memiliki nama lain seperti Ketua DPD PDIP Jawa Barat TB Hasanudin, Sekjen DPD PDIP Jawa Barat Abdiy Juhana dan Bupati Majalengka Sutrisno.

(dia/pojoksatu)


Feeds