Tjahjo: Jokowi Tidak Ingin Ada Negara Lain di Indonesia

Tjahjo Kumolo

Tjahjo Kumolo

POJOKSATU.id – Pemerintah telah resmi membubarkan organisasi kemasyarakatan (ormas) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), lantaran dianggap bertentangan dengan Pancasila. Pembubaran HTI tersebut berdasarkan terbitnya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2/2017 tentang Ormas.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan, pemerintah butuh 10 tahun melakukan kajian dan mengumpulkan bukti-bukti sebelum resmi membubarkan HTI.

“Tentang Peppu Ormas ini‎ pemerintah sudah punya datanya, kemudian juga ormas Gafatar yang ketahuan ingin membangun negara lagi,” ujar Tjahjo dalam diskusi mengenai UU Pemilu yang diselenggarakan Galang Kemajuan di Hotel Century, Senayan, Jakarta, Sabtu (12/8).

Dalam sebelum mengeluarkan Perppu Ormas tersebut, Tjahjo mengaku, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak ingin adanya ormas-ormas yang bertentangan dengan Pancasila. Sehingga perlu dibuatnya Peppu untuk menertibkan ormas anti terhadap Pancasila. “Pak Jokowi tegas tidak ingin ada negara lain di Indonesia,” katanya.

Oleh sebab itu, dengan adanya Perppu tersebut pemerintah akan melakukan tindakan membubarkan ormas‎ yang tidak sejalan dengan ideologi di Indonesia. Pemerintah tidak ingin kecolongan dengan keberadaan ormas-ormas tersebut.

“Siapa yang membangkang harus disikat, siapa yang anti-Pancasila harus disikat, ormas keagamana boleh ‎ada asalkan tidak keluar dari Alquran dan hadis,” pungkasnya.

(cr2/JPC/pojoksatu)


Feeds