100 Kerugian Beli Apartemen

ilustrasi

ilustrasi

81. Hak guna bangunan hanya 30 tahun. Setelah itu HGB tersebut habis, maka habis pula hak unit kita.

82. Kalaupun diperpanjang maka tetap atas nama developer karena tidak pernah di balik namakan ke warga (pprs/p3srs ).

83. Hati-hati, luas unit yang dijual dibohongi, misalnya dijual luas 100 m2, ternyata hanya 80 meter. Perkara ini sudah diputus di pengadilan dan developer kalah.

84. Selain tarif air sangat mahal, sumber air dari sumur bor yang kurang bersih.

85. Sumber air ada yang dari WTP limbah air cuci piring.

86. Sertifikat HGB tanah apartemen tetap atas nama developer sampai saat ini.paling ada beberapa apartemen saja yang sudah balik nama.

87. Semua asset apartemen tidak diserahterimakan.

88. PBB tidak jelas, sertifikat unit belum ada dengan pertelahan dan NPP juga belum ada.

89. Setiap bulan membayar biaya perawatan (maintenance fee) yang relatif mahal.

90. Biaya maintenance fee dihitung tiap meter persegi dari luas unit apartemen yang dimiliki.

91. Tinggal di apartemen tidak sebebas tinggal di rumah, karena ada peraturan dari pengelola yang harus dipatuhi, seperti larangan membawa binatang peliharaan.

92. Bagi Anda yang menyukai tanaman, Anda tidak dapat bebas menanam banyak tanaman karena tidak adanya lahan.

93. Anda tidak bebas mendengarkan musik keras atau kegiatan lainnya karena mengganggu penghuni lainnya.

94. Luas apartemen yang tidak terlalu besar, mungkin tidak disukai bagi yang telah terbiasa tinggal di rumah dengan ukuran luas.

95. Tingkat sosialisasi penghuni apartemen sangat sedikit. Jarangnya bertemu dengan penghuni yang bersebelahan dan ruangan yang tertutup memperkecil hubungan sosialisai antar tetangga.

96. Nilai investasi apartemen untuk jangka panjang lebih rendah dibandingkan dengan membeli sebuah rumah.

97. Apabila sebuah unit apartemen dijual setelah jangka waktu yang cukup lama, harga jualnya akan lebih rendah dibandingkan harga jual sebuah rumah.

98. Dari segi pengamanan unit masih kurang baik, jendela kaca dan balkon kurang pengamanan, sehingga banyak terjadi kasus bunuh diri.

99. Ada informasi gedung/bangunan apartemen diasuransikan atas nama developer, bukan atas nama pprs/p3srs.

100. Sampai saat ini belum ada kepastian hukum bagi pemilik rusun, karena UU No 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun (Rusun) belum memiliki peraturan pemerintah maupun peraturan Menpera.

(one/pojoksatu)



loading...

Feedss