Gas Melon dalam Bayangan Spekulan

Penjual Gas Melon di Cipanas, Cianjur. Foto : Farhan : Pojoksatu.id

Penjual Gas Melon di Cipanas, Cianjur. Foto : Farhan : Pojoksatu.id

POJOKSATU.id, CIANJUR – Organisasi sosial dan kemasyarakatan yang tergabung dalam LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat—red) Jaringan Desa (Jardes) Kabupaten Cianjur memperhatikan kelangkaan gas 3 kilogram (gas melon) di Kecamatan Sukaluyu mulai meresahkan masyarakat, khususnya di wilayah bagian selatan kecamatan tersebut; diantaranya Desa Sukamulya, Babakansari, Mekarjaya, Panyusuhan. Dalam pantauan Radar Cianjur, perusahaan pengisian gas, Stasiun Pengisian Bahanbakar Elpiji (SPBE), dan perusahaan penyalur (agen) mendistribusikan gas tidak merata ke setiap pangkalan.

Kamis (21/5) siang kemarin, Jardes Cianjur menyampaikan bahwa ditemukan beberapa kejanggalan terkait kelangkaan gas melon. Sedikitnya, ada 3 pangkalan gas resmi yang pada papan plank dan baligo-nya tertera sebagai distributor; diantaranya milik Mamun Abdullah di Kampung Pasirbitung, pangkalan Aa Sensusyana di Kampung Tipar, dan pangkalan Lilis Komala di Kampung Pasirheulang, Desa Sukamulya yang tidak kebagian pasokan gas melon.

“Ada kejanggalan yang harus disikapi Pemerintah. Kami melihat tidak adanya pemerataan dalam pembagian pasokan gas, sehingga banyak wilayah yang tidak kebagian, dan kebutuhan masyarakat tidak ter-cover.” Kata Pembina Jardes Cianjur, Yuda, kepada Radar Cianjur (Grup Pojoksatu.id).

Pangkalan Mamun Abdullah menerima pasokan gas dari PT Dayang Sumbi Jaya sebanyak 80 tabung per drop order (DO), seharusnya setiap hari mereka mendapatkan pasokan 2 DO sejumlah 160 tabung; sementara mereka hanya mendapatkan 100 tabung per hari. Ketiga pangkalan di Desa Sukamulya mendapatkan pasokan sebanyak 5.080 tabung per bulan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di 5 desa.

“Dari jumlah yang dibutuhkan sebanyak 12.500 tabung, kenapa hanya segitu? Kami menduga adanya permainan di belakang ini. Sisa kebutuhan dipenuhi oleh warung-warung yang bukan pangkalan resmi, yang justru mendapat pasokan lebih banyak di daerah Selajambe, Cikijing, Tungturunan, dan Jalan Baru (JB),” Kata Sekjen Jardes Cianjur, Ade Lili.

“Saya tidak tahu kenapa, mungkin itu kebijakan agen.” Kata salahseorang pemilik pangkalan. Jardes menduga ada pihak-pihak yang menjual gas diam-diam tanpa memasang papan nama pangkalan/agen. “Diduga kuat ada pula warung-warung yang memborong gas ukuran 3 kilogram, khususnya dari wilayah Ciranjang, Karangtengah, dan Cianjur,” duga Yudi.

Pihak pemilik pangkalan yang pernah mencoba menanyakan kepada agen tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. “Katanya kalau sudah ada pasokan pasti akan disalurkan ke pangkalan. Kalau langka begini, sering gas langsung habis terjual waktu sampai pangkalan. Warga disini sering antri dan memesan gas sejak awal. Kalau dari sananya belum dikirim, ya mau bagaimana lagi?” Cetus salahseorang pemilik pangkalan. (mat/dep)

Feeds