Terbongkar, Rekayasa Sakit Setya Novanto Usai Kecelakaan

Foto Setya Novanto sedang dirawat di RS Medika Permata Hijau ini beredar melalui pesan berantai WhatsApp.

Foto Setya Novanto sedang dirawat di RS Medika Permata Hijau ini beredar melalui pesan berantai WhatsApp.

POJOKSATU.id – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan mantan pengacara Setya Novanto Fredrich Yunadi dan dr. Bimanesh Sutarjo sebagai tersangka kasus dugaan mencegah, merintangi atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung, penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pengadaan e-KTP tahun 2011-2013 atas nama tersangka Setya Novanto.

Sebelum menetapkan kedua pihak tersebut sebagai tersangka, KPK telah melakukan serangkaian tindakan penyelidikan dengan memeriksa 35 orang saksi dan ahli. Setelah menemukan bukti permulaan yang cukup, KPK kemudian meningkatkan ke tahap penyidikan dengan menetapkan keduanya sebagai tersangka.

Menurut Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, sebelum Novanto diboyong ke KPK dan dilakukan penahanan, ternyata ada skenario yang dirancang Fredrich dan Bimanesh untuk menggagalkan upaya penangkapan yang dilakukan KPK terhadap mantan Ketua Umum Partai Golkar tersebut.

Berikut konstruksinya:

1.Fredrich dan Bimanesh diduga bekerja sama untuk memasukkan tersangka Setya Novanto ke rumah sakit untuk dilakukan rawat inap dengan data-data medis yang diduga dimanipulasi sedemikian rupa, untuk menghindari panggilan dan pemeriksaan oleh penyidik KPK.

2.Pada Rabu (15/11/2017), Setya Novanto diagendakan akan diperiksa oleh tim penyidik KPK. Namun, Novanto mengirimkan surat berhalangan hadir. Dia lebih memilih hadir dalam acara di DPR.

3.Atas ketidakhadiran Novanto, pada hari yang sama Rabu, (15/11) sekitar pukul 21.40 WIB tim penyidik KPK mendatangi rumah Novanto di Jalan Wijaya Xlll, Melawai Kebayoran Baru dengan membawa surat perintah penangkapan dan penggeledahan.

4. Namun, saat KPK berkunjung ke kediaman Novanto, suami Deisti Astriani Tagor tersebut tidak berada di tempat, hingga proses pencarian di rumah dilakukan sampai pukul 02.50 WIB. Lalu, KPK menghimbau agar SN segera menyerahkan diri secepat mungkin.

5.Keesokan harinya, pada Kamis (16/11), karena tidak ada pemberitahuan mengenai penyerahan diri Novanto, maka KPK menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) dan menyurati Kapolri, Up. Ses-NCB Interpol atas nama tersangka Setya Novanto.

6.Tiba-tiba pada malam hari, KPK mendapat informasi bahwa mobil yang dinaiki Novanto mengalami kecelakaan dengan tiang lampu (listrik) dan akhirnya Novanto dibawa ke RS Medika Permata Hijau.

7.Padahal sebelum kejadian terjadi, Novanto sempat melakukan wawancara live untuk sebuah stasiun televisi.

8.Saat di RS Medika Permata Hijau, meskipun telah terjadi kecelakaan, Novanto tidak dibawa ke Instalansi Gawat Darurat (lGD), melainkan langsung ke ruang rawat lnap VIP.

9.Dugaan tim penyidik ada pada peristiwa ini yang mentersangkakan Fredrich dan dr. Bimanes Sutarjo.

10.Sebelum mantan ketua DPR dirawat di Rumah Sakit, diduga Fredrich telah datang terlebih dahulu untuk berkoordinasi dengan pihak RS Medika Permata Hijau.

11. Selain itu tim penyidik KPK juga mendapatkan informasi, ada salah satu dokter di RS Medika Permata Hijau, mendapat telepon yang diduga sebagai pengacara Setya Novanto. Pengacara tersebut mengatakan, Novanto akan dirawat di RS sekitar Pukul 21.00 WIB dan meminta kamar perawatan VIP yang rencana akan di boking 1 lantai. Padahal saat itu belum diketahui Novanto akan dirawat karena sakit apa.

12.Penyidik mendapatkan kendala ketika melakukan pengecekan informasi peristiwa kecelakaan, yang berlanjut pada perawatan medis di RS Permata Hijau.

(ipp/jpg/pojoksatu)


loading...

Feeds