Bupati Hulu Sungai Tengah Langsung Ditetapkan Tersangka oleh KPK

Bupati Hulu Sungai Tengah Abdul Latif, saat tiba di KPK Kamis (04/01) malam (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)

Bupati Hulu Sungai Tengah Abdul Latif, saat tiba di KPK Kamis (04/01) malam (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)

POJOKSATU.id – Usai melakukan pemeriksaan intensif sejak ditangkap pada Kamis (04/01), penyidik KPK secara resmi menetapkan Bupati Hulu Sungai Tengah Abdul Latif sebagai tersangka. Selain Abdul, penyidik juga menetapkan tersangka tiga pihak lainnya, di antaranya Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Fauzan Rifani, Direktur Utama PT. Sugriwa Agung Abdul Basit dan Direktur Utama PT.Menara Agung Donni Witono.

Penetapan tersangka ini dilakukan usai tim Satgas Penindakan KPK melakukan gelar perkara (ekspose) bersama sejumlah pimpinan KPK. Karena telah temukan bukti permulaan yang cukup perihal keterlibatan para pihak tersebut dalam kasus dugaan penyuapan terkait pembangunan Ruang Perawatan Kelas I, Kelas II, VIP dan Super VIP RSUD Damanhuri, Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, maka diputuskan untuk meningkatkan ke tahap penyidikan.

“KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan serta menatapkan empat orang sebagai tersangka,” terang Ketua KPK Agus Rahardjo, dalam konferensi pers di kantor KPK Jakarta, Jumat (05/01).

Atas perbuatannya, sebagai pihak penerima suap, Abdul Latif, Fauzan Rifani, dan Abdl Basit disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU No.31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No.20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat(1)KUHP.

Sementara sebagai pihak pemberi suap Donni Winoto disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU No.31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan dengan UU No.20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 64 ayat(1)KUHP.

(ipp/jpg/pojoksatu)


loading...

Feeds