Bupati Hulu Sungai Tengah Ditahan KPK, Eh Malah Bilang Begini…

Bupati Hulu Sungai Tengah Abdul Latif, saat tiba di KPK Kamis (04/01) malam (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)

Bupati Hulu Sungai Tengah Abdul Latif, saat tiba di KPK Kamis (04/01) malam (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)

POJOKSATU.id – Penyidik KPK langsung menahan Bupati Hulu Sungai Tengah Abdul Latif usai menetapkan dia sebagai tersangka kasus penerimaan suap terkait kasus dugaan penyuapan terkait pembangunan Ruang Perawatan Kelas I, Kelas II, VIP dan Super VIP RSUD Damanhuri, Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.

Selain Abdul, penyidik juga menahan tiga tersangka lain, di antaranya Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Fauzan Rifani, Direktur Utama PT. Sugriwa Agung Abdul Basit dan Direktur Utama PT.Menara Agung Donni Witono.

Penahanan terhadap para tersangka kasus suap menyuap ini dilakukan selaam 20 hari ke depan untuk kepentingan penyidikan.

“Abdul Latif di Rutan KPK, Donny Winoto di Rutan Polres Jaktim, Fauzan dan Abdul Basit di Rutan Guntur,” terang Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di Jakarta, Jumat (05/01).

Secara terpisah, menanggapi penahanannya oleh KPK. Tak banyak kata yang diucapkan sang bupati. Kepada awak media yang mencecarnya dengan beragam pertanyaan, pria kelahiran Barabai, 50 tahun yang silam tersebut justru mengacungkan ibu jarinya.

”Saya berharap masih ada keadilan,” ucap Abdul yang keluar dengan mengenakan rompi tahanan KPK.

Sementara itu, tersangka lain seperti Fauzan, Abdul Basit, dan Doni kompak dima seribu bahasa, ketika akan digiring ke ‘Hotel Prodeo’ KPK.

Sebelumnya, KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) pada Kamis (05/01) pagi di dua tempat terpisah di Kota Surabaya dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Dalam operasi senyap tersebut, KPK mengamankan sebanyak enam orang.

Selanjutnya usai dilakukan pemeriksaan intensif dan gelar perkara, diputuskan sebanyak empat orang ditetapkan tersangka. Mereka antara lain, Bupati Hulu Sungai Tengah Abdul Latif, Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Fauzan Rifani, Direktur Utama PT. Sugriwa Agung Abdul Basit dan Direktur Utama PT.Menara Agung Donny Winoto.

“KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan serta menatapkan empat orang sebagai tersangka,” terang Ketua KPK Agus Rahardjo, dalam konferensi pers di kantor KPK Jakarta, Jumat (05/01).

Atas perbuatannya, sebagai pihak penerima suap, Abdul Latif, Fauzan Rifani, dan Abdl Basit disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU No.31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No.20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat(1)KUHP.

Sementara sebagai pihak pemberi suap Donni Winoto disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU No.31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan dengan UU No.20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 64 ayat(1)KUHP.

(ipp/jpg/pojoksatu)


loading...

Feeds