Banyak Seks Saat Natal, Bidan Ini Ajak Orang Setop Berhubungan Seks

Mhairi Maharry (Foto: Twitter)

Mhairi Maharry (Foto: Twitter)

POJOKSATU.id, MANCHESTER –  Seorang bidan mendadak jadi perbincangan lantaran mengajak orang-orang untuk tidak berhubungan seks saat natal viral di media sosial Twitter.

Bidan bernama Mhairi Maharry, yang bekerja di Inggris tersebut mengeluarkan imbauan agar para pasangan tidak melakukan hubungan seks di masa-masa Natal.

Awalnya, bidan 33 tahun itu bercerita tentang betapa sibuknya dia menangani persalinan di awal bulan September ini.

“Baru tanggal 5 September? Saya tidak tahan menunggu 25 hari lagi,” tulis dia, seperti dikutip laman News.com.au, Selasa (12/9/2017).

“Jika anda mengenal atau mencintai bidan, harap berhenti ‘berbuat’ di masa Natal.”

Tweet-nya itu disukai oleh lebih dari 15.000 pengguna, dan menerima 4.000 retweets dalam 48 jam pertama setelah diunggah.

Pada tahun 2015, sebuah lembaga benama SKYN menggelar survei dengan responden 5.000 pria dan wanita “milenial”.

Dari survei itu diperoleh hasil, hampir setengah dari responden itu mengaku melakukan hubungan seks pada masa Natal.

Sementara, menurut artikel di majalah kesehatan wanita di Inggris ditulis, biasanya pasangan melakukan hubungan seks saat mereka “bersiap-siap” untuk makan malam Natal.

Sejumlah bidan dan perawat lain memperkuat permohonan Maharry yang terdengar putus asa.

Salah satu tweet dukungan berbunyi, “saya telah melihat ini sejak lama, sekarang anda tahu kapan harus memesan hari liburan yang pas.”

Dokter anak Vicky Thornley juga menanggapi “curhat” Maharry dengan menulis, “dengar, dengarlah.”

Sejumlah ibu bahkan merepspons pernyataan bidan tersebut dengan permohonan maaf, karena membuahi anak-anak mereka di masa Natal.

“Saya sangat menyesal, anak pertamaku adalah bayi bulan September. Bidan di bangsal sudah hampir hancur. Saya tidak bisa meminta maaf yang cukup.”

Demikian tulisan Eliza Doodle salah satu ibu yang bersimpati, di akun Twitter-nya.

The Times melaporkan beberapa wanita hamil terpaksa ditolak oleh rumah sakit, karena mereka mengalami kekurangan staf, terutama ketika perawat dan bidan cuti di bulan September.

Berdasarkan catatan National Health Service, sembilan dari 10 unit persalinan di Inggris sedang berjuang untuk mempekerjakan dokter kelas menengah dan bidan.

Di Amerika Serikat, situs statistik FiveThirtyEight menemukan data bahwa jumlah bayi yang lahir pada tanggal 9 September, lebih banyak dibanding hari-hari lain dalam setahun.

Hasil ini ditemukan dengan cara mengumpulkan data dari kelahiran yang terdaftar di AS sejak tahun 1994-2014.

Itu berarti waktu pembuahan pun terjadi di sekitar periode Natal.

(mia/pojoksatu)

Feeds