Dinas Kesehatan Kota Bekasi Gencarkan Kampanye Imunisasi Measless Rubella, Ini Pentingnya…

Poster ilustrasi kampanye imunisasi campak dan rubella.

Poster ilustrasi kampanye imunisasi campak dan rubella.

Pemerintah Kota Bekasi terus memantapkan komitmennya menghilangkan penularan dan populasi campak dan rubella. Dinas Kesehatan Kota Bekasi menyadari jika imunisasi rutin saja tidak akan cukup sehingga perlu gebrakan yang masif dan menggebrak di seluruh Kota Bekasi.

Dinas Kesehatan Kota Bekasi menargetkan mulai melaksanakan kampanye vaksin-vaksin baru secara masif untuk vaksin MR alias Measles Rubella.

Kampanye Imunisasi Vaksin MR pada anak usia 9 bulan hingga di bawah 15 tahun, pada bulan Agustus dan September, siap dilakukan Dinas Kesehatan Kota Bekasi.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan, vaksinasi pada Usia 9 bulan hingga di bawah 15 tahun adalah usia anak-anak sekolah yang sangat mudah terkena paparan Virus CRS.

Diterangkan, campak dan rubella adalah penyakit infeksi virus yang menular melalui saluran pernapasan. Sebanyak 89% kasus menunjukkan bahwa virus rubella dan campak menterang anak dibawah usia 15 tahun.

Campak dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti diare, radang paru, radang otak, kebutaan bahkan kematian. Pada dasarnya rubella berupa penyakit ringan pada anak.

Poster kampanye imunisasi campak dan rubella Dinas Kesehatan Kota Bekasi.

Poster kampanye imunisasi campak dan rubella Dinas Kesehatan Kota Bekasi.

Tapi bila menulari ibu hamil pada trimester pertama, dapat menimbulkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang akan dilahirkan, seperti keterlambatan perkembangan, tuli serta kelianan pada mata, otak dan jantung.

”Tidak ada pengobatan untuk campak dan rubella. Namun penyakit ini dapat dicegah,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Kesehatan Kota Bekasi dr. Kusnanto Saidi.

Mengutip dari laman https://dinkes.bekasikota.go.id, imunisasi MR adalah pencegahan terbaik, satu vaksin mencegah dua penyakit sekaligus. Kampanye imunisasi Measles Rubella merupakan kegiatan imunisasi tambahan tanpa melihat riwayat imunisasi sebelumnya, yang dilakukan massal untuk memutus transmisi penularan virus campak dan rubella.

Kegiatan kampanye pemberian imunusasi MR ini dilaksanakan pada Agustus-September 2017 di seluruh wilayah pulau Jawa dan Agustus-September 2018 diseluruh wilayah di luar Pulau Jawa.

Imunisasi MR diberikan pada anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun selama masa kampanye.

Pelaksanaan kampanye dibagi menjadi 2 tahap, bulan Agustus dilaksanakan di sekolah-sekolah dan bulan September di posyandu, Puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya. Selanjutnya, imunisasi MR akan masuk ke dalam program imunisasi rutin dan diberikan kepada anak berusia 9 bulan, seluruh anak usia 18 bulan dan seluruh anak usia SD/MI/sederajat kelas 1.

Vaksin yang digunakan relah mendapat rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan izin edar dari Badan POM. Tertulis pada Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No. 4 Tahun 2016 bahwa imunisasi pada dasarnya diperbolehkan (mubah) sebagai bentuk ikhtiar untuk mewujudkan kekebalan tubuh dan mencegah terjadinya suatu penyakit tertentu.

Jika seseorang tidak diimunisasi akan menyebabkan kematian, penyakit berat atau kecacatan permanen yang mengancam jiwa, berdasarkan pertimbangan para ahli yang kompeten dan dipercaya, maka imunisasi hukumnya wajib.

(adv/kan/pojoksatu)

Feeds

Lempar Toga Saat Kelulusan

586 Mahasiswa UNS Raih Cumlaude

POJOKSATU.id – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda 1.802 mahasiswanya, Sabtu (21/10). Dari jumlah tersebut 586 diantaranya berhasil meraih nilai …