Kecanduan Medsos Tenyata Tidak Berbahaya, Benarkah?

ilustrasi

ilustrasi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Media sosial (medsos) sudah lekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Tak heran jika medsos sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan.

Perkembangan teknologi informasi yang pesat merupakan salah satu penyebab booming-nya sosial media.

Sebut saja Facebook, Twitter, Instagram, Path, Snapchat dan masih banyak lagi.

Namun, Anda harus mengakui bahwa media sosial mengambil alih hidup Anda, dalam arti yang positif.

Sekitar 35 persen wanita dilaporkan memeriksa akun mereka setidaknya satu jam sekali untuk mengecek Instagram, Twitter, Snapchat dan sejenisnya

Jelas, penggunaan platform digital yang berlebihan ini tidak disarankan (berkat kecenderungan yang tak terelakkan untuk membandingkan diri dengan orang lain).

Namun, menurut sebuah studi baru-baru ini oleh Glamour dan L’Oréal Paris, media sosial sebenarnya tidak seberbahaya itu.

Sebanyak 74 persen percaya bahwa media sosial bisa memberi pengaruh positif terhadap mereka.

Yaitu memberi dorongan dan membiarkan mereka tetap berhubungan dengan orang lain atau membentuk koneksi baru.

“Saya menemukan media sosial benar-benar bisa memotivasi seseorang,” kata seorang humas, Anita Levine, seperti dilansir laman The Zero Port.

Untuk meminimalkan dampak negatif, para ahli menyarankan untuk terus memantau berapa lama Anda menggunakan aplikasi atau situs serta secara aktif.

Tiga dari lima wanita mengatakan bahwa hanya berbagi pengalaman mereka di media sosial membuat mereka merasa lebih baik tentang diri mereka sendiri.

Sebagian besar menggunakannya untuk tip, tutorial dan inspirasi untuk penampilan yang unik.

Mungkin juga penggunaan media sosial membantu menghentikan Anda mempertanyakan diri sendiri.

Jadi mengunggah foto Anda atau membagikan cerita adalah bagian dari jaringan yang lebih memberdayakan daripada yang Anda pikirkan.

(fny/jpnn/pojoksatu)


Feeds