Aksi Nekat Fotografer Incar Badai Tornado

Fotografer dan Pemburu Badai Marko Korosec sedang berfoto bersama badai di Dakota Selatan (Foto Instagram)

Fotografer dan Pemburu Badai Marko Korosec sedang berfoto bersama badai di Dakota Selatan (Foto Instagram)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kebanyakan orang menghindari badai tapi tidak bagi fotografer dan pemburu badai tornado asal Slovenia bernama Marko Korošec.

Pria lulusan fakultas matematika dan fisika Universitas Ljubljana ini sudah sejak lama mencintai meteorologi dan fofografi.

“Sejak usia dini, saya tertarik dengan meteorologi dan fotografi,” tulis Marko di situsnya.

Selama duduk di bangku sekolah, Marko sudah memiliki beberapa instrumen meteorologi dasar untuk pengamatan cuaca.

Hingga ia kemudian membeli sebuah stasiun cuaca otomatis untuk mendapatkan lebih banyak data cuaca dan pengamatan di suatu daerah di Slovenia bernama Karst.

Selama beberapa tahun melakukan pengamatan, ia berhasil mengumpulkan banyak data menarik tentang klimatologi wilayah Slovenia dan Karst di barat daya.

“sejak saat itu dan saya menemukan momen paling mengasyikkan dalam cuaca ekstrem seperti memburu badai musim dingin, musim panas, peristiwa curah hujan yang berlebihan selama musim semi,” paparnya.

Tak puas sampai disitu, Marko kemudian ingin mendapatkan momen badai tornado terdahsyat di dunia yang kebanyakan ditemukan di bagian tengah Amerika Serikat.

Hingga pada suatu musim panas, Marko mengejar badai tornado raksasa di Dakota Selatan, Amerika Serikat.

Tornado yang bernama supercells itu dianggap sebagai jenis badai yang paling langka dan berpotensi menjadi yang paling parah.

Momen ini dibuat menjadi sebuah Klip video khusus yang dibuat oleh teman Marko, Jonathan Wennström, yang mengubah beberapa gambar tornado berbentuk GIF animasi.

(mia/pojoksatu)

Feeds