Jual Beli Buku Balita dan Anak, Devi Raih Omset Miliaran

BANGGA: Devi Raissa Rahmawati (dua dari kiri) saat diumumkan sebagai pemenang Wirausaha Muda Mandiri (WMM) kategori industri kreatif dan best of best, belum lama ini.
FOTO: KELIK/RADAR BOGOR

BANGGA: Devi Raissa Rahmawati (dua dari kiri) saat diumumkan sebagai pemenang Wirausaha Muda Mandiri (WMM) kategori industri kreatif dan best of best, belum lama ini. FOTO: KELIK/RADAR BOGOR

Banyak bidang bisnis yang dapat dikembangkan hingga memperoleh omset miliaran rupiah. Seperti yang dijalankan Devi Raissa Rahmawati, pemenang Wirausaha Muda Mandiri (WMM) 2016, kategori industri kreatif dan best of best. Belum lama beroperasi sudah mendapatkan omset Rp1 miliar per bulan. Bagaimana sampai terjun dengan bisnis buku cerita balita dan anak.

Laporan: Omer Ritonga

Sebagai pemenang di kategori bidang industri kreatrif dan best of best pada WMM, mahasiswi Universitas Indonesia (UI) Jakarta ini memiliki cerita khusus terkait usaha yang dijalankannya. Dari dua kemenangannya yang diraihnya, Devi bisa membawa pulang uang tunai sebesar Rp 100 juta dari PT Bank Mandiri Tbk.

Devi mengatakan saat ini menjalankan usaha penerbitan sekaligus jual beli buku cerita bergambar yang dikhususkan untuk balita, usia 6 bulan  hingga anak-anak usia 7 tahun. Usaha itupula lah yang mengantarkan Devi menjadi pemenang.

“Awalnya saya melihat pengalaman dan realita di masyarakat banyaknya orang tua menemukan kendala dan mengeluhkan sulitnya melakukan komunikasi dengan anak-anaknya,” ujar Devi kepada Radar Bogor usai penganugerahan WMM 2016, akhir pekan lalu di IPB Dramaga.

Banyak orang tua kata Devi tidak paham pada balita dan anak-anak. “Akhirnya orang tua bingung apa yang harus dilakukan. Itulah dasar saya mencoba membuat buku,” sambungnya.

Karena hal tersebut, Devi yang juga sarjana psikologi ini melakukan berbagai penelitian yang menyangkut hal tersebut. Setelah melakukan riset, Devi menemukan cara agar komunikasi balita, anak-anak dengan orang tua dapat terbangun yakni melalui membaca.

Dengan membaca menurut Devi, akan mampu meningkatkan hubungan komunikasi antara orang tua dan anak. Hanya lahir permasalahan baru terhadap orang tua, buku bacaan seperti apa dan untuk di Indonesia buku khusus balita dan anak-anak masih kurang bervariasi.

Kalaupun ada buku bacaan bagus dan berkualitas, Devi memastikan buku tersebut merupakan buku impor dengan harga ratusan ribu yang sedikit agak sulit untuk dapat dijangkau para ibu umumnya di Indonesia.

Dengan hal-hal tersebut diatas, Devi mulai dan mencoba memanfaatkan peluang untuk membuat buku – buku sendiri dengan kualitas impor dan harga yang terjangkau pada masyarakat Indonesia pada umumnya. Bersama seorang temannya, Devi akhirnya mencoba dan memulai usaha menjual buku yang bernama Rabbit Hole.

Wanita yang juga akrab dengan dunia anak-anak, tidak menemukan kesulitan yang berarti untuk memulai karena Devi sendiri memiliki hobi menulis. Devi sendiri memiliki bagian untuk membuat jalan cerita. Sedangkan, temannya bertugas untuk menggambar. Setelah ada bagian tersebut, masing-masing dari mereka mencoba memproduksi buku pertamanya.

Tepatnya pada Agustus 2014 lalu, buku pertama  terbit sebanyak 1.000 buah, dengan modal dari kantong pribadi sebesar Rp10 juta. Dengan modalnya tersebut digunakan untuk mencetak 1.000 buku. Sebagai tahap awal, penerbitan buku dilakukan sendiri dengan pendistribusi dilakukan hanya melalui media sosial seperti instagram.

Karena pada saat itu, Devi dan teman mengaku tidak ingin melalui toko buku besar, yang ujungnya mereka mengambil keuntungan atau profit cukup besar yang nantinya buku akan terjual dengan harga mahal. Pemasaran terus dilakukan, walaupun dipasarkan melalui media sosial Instagram ternyata respon konsumen cukup banyak. Dan diminati para ibu.

Hingga tiga tahun berjalan, bisnis buku Rabbit Hole berkembang. Bahkan secara sudah rutin mencetak buku-buku tersebut. Devi mengaku dalam satu bulan, omset yang didapatkan terus meningkat. Bahkan saat ini sudah mencapai Rp1 miliar dalam satu bulan.

Harga buku yang dijual dengan cukup terjangkau, hanya kisaran harga Rp25.000 – 185.000. Harga tersebut sudah dapat dijangkau semua kalangan. Saat ini untuk satu kali cetak ada sekitar 10 ribu buku. “Satu judul itu cetak 10 ribu. Satu bulan bisa 2 sampai 3 judul,” imbuhnya. (*/pojoksatu)

Feeds