Hendra Kembangkan Aquatech Alat Penetasan Lobster

PRESTASI: Hendra usai meraih juara Wirausaha Muda Mandiri kategori non digital, beberapa waktu lalu. FOTO: KELIK/RADAR BOGOR

PRESTASI: Hendra usai meraih juara Wirausaha Muda Mandiri kategori non digital, beberapa waktu lalu. FOTO: KELIK/RADAR BOGOR

Lobster salah satu jenis hewan laut yang menjadi favorit penikmat kuliner. Untuk memenuhi kebutuhan lobster tidak mudah. Seorang pemuda bernama Hendra mencoba mencari solusi dan mengembangkan lobster di Jawa Timur yakni membuat Aquatech.

Laporan: Omer Ritonga

Karena itulah Aquatech mengantarkan Hendra menjadi juara I bidang usaha teknologi kategori non digital Wirausaha Muda Mandiri (WMM).

“Dari persiapan, penelitian sampai berjalan jadi usaha selama kurang lebih 3 tahun hingga menjadi Aquatech,” kata Hendra. Saat ini alat sudah diistal di 6 titik di Jawa Timur.  Tak hanya sekadar alat biasa, satu aquatech memiliki kapasitas produksi atau sekali panen  menghasilkan 150 kilogram lobster. Sesuai dengan kembang biak lobster, masa panen selama setahun 2 sampai 4 kali.

Panen dapat dilakukan 3 sampai 6 bulan sekali. Dengan hitungan tersebut, dalam satu tahun, 6 alat itu mampu melakukan penetasan lobster kisaran 1,8 sampai 2,7 ton.  Pria yang baru saja lulus dari Universitas Brawijaya, Malang ini menuturkan, untuk memproduksi lobster sebanyak tersebut tidak dilakukan sendiri tapi mengandeng para nelayan yang selama ini hanya mengandalkan hasil laut saja.

Untuk hasil panen dilakukan dengan sistem bagi hasil dengan persentasi tertentu. Dari hasil panen, 30 persen untuk tim Hendra, 10 persen dimanfaatkan untuk konservasi dan 60 persen bagian nelayan yang melakukan budidaya lobster. Dengan sistem tersebut, nelayan memperoleh pendapatan yang cukup besar.

“Nelayan juga masih dapat mencari ikan, karena melakukan penetasan lobster tidak membutuhkan waktu yang panjang,” ujar kepada Radar Bogor.

Penggunaan Aquatech diakuinya tidak rumit. Nelayan pun mampu mengoperasikan. “Cukup dengan melakukan kontrol kualitas air hingga dapat merangsang lobstyer untuk kawin secara buatan,” imbuhnya.

Sementara itu melalui WMM, Hendra ingin Aquatech dapat dikenal lebih luas dan dapat digunakan nelayan lain di seluruh Indonesia. Bahkan dengan WMM, Hendra akan lebih memaksimalkan dan menerapkan ilmu yang didapatkan selama mengikuti Wirausaha Muda Mandiri. (*/pojoksatu)

Feeds