Ciptakan Tas Kulit Asli, Raih Omset Ratusan Juta

Aesta Fajar

Aesta Fajar

Sebagai wirausaha yang baru menjalankan bisnis tentu ingin terus berusaha lebih baik dan terus berkembang. Seperti halnya Aesta Fajar, peraih juara I bidang usaha industri perdagangan dan jasa kategori mahasiswa dan diploma pada wirausaha muda mandiri beberapa waktu lalu. Belum lama menjalankan bisnisnya, namun omset yang didapatnya sudah lumayan.

Laporan : Omer Ritonga

Aesta Fajar, mahasiswa asal Yogyakarta dan timnya memproduksi berbagai jenis tas dengan brand Alra Lifestyle. Tentu saja bukan hal yang mudah bagi Aesta meraih pasar apalagi di tengah persaingan ketat. Agar diterima pasar, selain mempertahankan kualitas yang terbaik, Aesta juga terus menciptakan model yang sesuai dengan trend dan keingian pasar pada umumnya.

“Pertahankan kualitas. Inovasi pilihan model dan warna, perluas pasar, promo lewat online, medsos,” ujar pria yang saat ini terdaftar sebagai mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ini.

Aesta yang memproduksi tas kulit itu menyediakan 30 model tas dengan 14 pilihan warna khusus wanita. Dia pun terus menambah model-model baru dan menyesuaikan trend serta pasar. Baginya, dengan meningkatkan koleksi, penjualan terus mengalami peningkatan.

Sedangkan untuk pasar, sejak mulai produksi hingga saat ini ia lebih fokus peningkatan pasar domestik dengan konsep bisnis retail, khususnya di Yogyakarta. Terlebih Yogyakarta merupakan salah satu daerah tujuan wisata yang banyak dikunjungi tamu baik itu domestik maupun mancanegara.

Aesta menjelaskan, dari material produk menggunakan kulit, di antarnya kulit sapi jenis pull up, anylin dan kroom. Walaupun terbuat dari bahan yang sama yakni kulit, tapi bau dari produk itu tidak menyengat, warna cenderung rata, tidak mudah tergores dan lembut pegangannya. Sehingga itu menjadi keunggulan produknya.

Lebih lanjut Aesta mengaku mengikuti ajang Wirausaha Muda Mandiri beberapa waktu lalu karena ingin menguji kualitas produknya. Meski sudah dikenal, ia tak ingin berpuas diri.

“Saya ingin menguji seberapa kredibelnya usaha yang telah dijalani selama dua tahun ini. Karena saya sadar persaingan kedepan sangat ketat dan butuh sudut pandang dari orang lain yang memiliki kapasitas,” ujar Aesta.

Aesta pun bersyukur bisa meraih juara I bidang usaha industri perdagangan dan jasa kategori mahasiswa dan diploma. Ajang tersebut dijadikannya sebagai salah satu sarana promosi.

“Bisnis kami berfokus pada strategi penjualan ritel dan melakukan penjualan secara langsung melalui event-event pameran, komunitas, reseller dan wholesaler. Dengan adanya WMM dan alhamdulillah juara, maka ini menjadi nilai tambah terhadap penjualan,” bebernya.

Tak hanya itu dengan adanya program event yang didapatkan dari Bank Mandiri seperti pameran Adiwastra Nusantara 2017 memberikan peluang besar baginya untuk meningkatkan penjualan.

“Kami juga mendapat kemudahan untuk mengakses produk-produk bank. Hal ini membuat kami memiliki pilihan dalam penentukan rencana pengembangan bisnis kedepannya,” ungkapnya. (*/pojoksatu)


Feeds