Menderita Penyakit Langka, Masih Bayi Harus Pakai Gips!

Charlie Ferris menderita skoliosis, tulang belakang yang membengkok secara tidak normal

Charlie Ferris menderita skoliosis, tulang belakang yang membengkok secara tidak normal

POJOKSATU.id, NEW YORK- Kisah malang terjadi pada seorang bayi berusia 13 bulan, Charlie Ferris dikarenakan memakaia gips pada bagian tulang belakang tubuhnya setiap hari. Bahkan ibunya, Donna (35) harus membuatnya berdiri di wastafel dan mencuci kulitnya dengan kain flannel saat hendak mandi.

Charlie Ferris menderita skoliosis, tulang belakang yang membengkok secara tidak normal. Ia didiagnosis dengan skoliosis di Belfast’s Musgrave Park Hospital dengan kurva 28 derajat. Keanehan ini pertama kali disadari oleh ayahnya, Jody (36), ketika ia sedang menggendongnya pada Oktober 2015.

“Saya patah hati dan menangis selama berhari-hari. Para dokter saat itu ingin menunggu tiga bulan untuk melihat apakah kurvanya akan memburuk. Namun saya sangat khawatir dan berdoa agar ada keajaiban sehingga anakku tidak perlu membutuhkan pengobatan,” ujar Donna.

Pada Februari tahun ini, keluarga tersebut kembali datang ke rumah sakit tersebut, berharap mendengar ada kabar baik. Namun ternyata, setelah diperiksa, kurvanya bertambah menjadi 42 derajat. “Saya hampir pingsan saat mendengarnya,” ujarnya.

Dokter kemudian mengatakan bahwa Charlie memerlukan jaket plester selama empat bulan sampai ia cukup umur untuk menggunakan gips yang lebih keras dan dapat dilepas pakai. Namun Donna mengatakan bahwa ia tidak siap jika harus menunggu lebih lama lagi, sehingga ia mulai mencari pengobatan lain secara online.

Saat itulah ia kemudian datang ke Shriners Hospital for Children di Philidelphia, Amerika Serikat. Dokter di sini mengatakan, mereka bisa mengobati anaknya dengan menggunakan gips khusus sampai tulang punggungnya lurus, tidak peduli seberapa lama waktunya dan terlepas dari apakah mereka bisa membayarnya.

Di bulan April, Donna dan keluarganya, termasuk ketiga anaknya yang tinggal di County Tyrone, Irlandia Utara terbang ke Amerika untuk melakukan konsultasi. Dalam delapan hari, Charlie sudah dipakaikan gips yang harus ia kenakan selama dua bulan.

“Gips ini tidak boleh basah, karena akan mengubah strukturnya. Kami tidak bisa membersihkannya,” ujar donna.

Charlie pun juga harus menyesuaikan kebiasaan makannya, karena Donna dan Jody harus memberikan ia makan lebih sedikit dan selalu memastikan agar berat badannya tidak bertambah. Hal ini agar gipsnya tidak terasa terlalu ketat di tubuhnya.

Ajaibnya, hanya dalam 16 minggu pemakaian gips tersebut, tulang belakang Charlie mulai lurus sebanyak sepuluh derajat.

“Kami tidak bisa mengatakan berapa banyak gips yang diperlukan Charlie. Namun ia memerlukan delapan gips lagi, yang artinya kami sudah seperempat jalan menuju tulang yang lurus,” ungkapnya.

“Apa yang rumah sakit lakukan pada Charlie sangat berarti bagi kami. Dan pada akhir pengobatannya nanti, kami ingin memberi mereka sumbangan sebagai ucapan terima kasih,” ungkapnya, seperti yang dilansir dari The Sun, Kamis (1/9/2016).

(Sikah/Pojoksatu)

Feeds