Insyaallah, Arab Saudi Menang 3-0

Timnas Arab Saudi.

Timnas Arab Saudi.

POJOKSATU.id, MOSCOW – Perhelatan Piala Dunia 2018 dimulai malam ini (15/6/2018) bertepatan dengan malam takbiran.

Laga Rusia vs Arab Saudi, akan menjadi pembuka perhelatan yang digelar empat tahun sekali ini.

Di Moscow, ribuan pengunjung dari negara peserta Piala Dunia 2018 berkumpul, bersukacita menyambut Piala Dunia.

Orang-orang Meksiko dengan sombrero, fan Mesir dengan pakaian-pakaian firaun, fan Peru, Tunisia, Brasil, Jerman, Argentina hingga Australia, semua berkumpul.

Di antara mereka, juga ada fan yang melambai-lambaikan bendera kebesaran Arab Saudi.

Abdulrahman Al-Shibari, pemuda dari Riyadh yang belajar di Moscow, melompat riang di antara kerumunan. Pipinya berlatar persegi hijau kecil dengan shahada dan gambar pedang

Al-Shibari yakin timnya akan membuat dia bangga di malam akhir Ramadan ini. “Kami akan menang 3-0, insyaallah,” ujar Al-Shibari seperti dikutip dari Arab News.

Al-Shibari bukannya tidak tahu Arab Saudi belum pernah menang di partai pertama Piala Dunia. Al-Shibari bukannya tidak tahu bahwa setiap tuan rumah Piala Dunia belum pernah kalah di laga pembuka.

Namun, sukacita Al-Shibari menyambut Piala Dunia 2018 membuat dia sangat optimistis Green Falcons, julukan timnas Arab Saudi, akan tampil galak di depan Rusia.

“Kami memiliki tim bagus, pemain bagus secara individu. Kami akan menang, insyaallah. Kami akan lolos ke babak berikutnya. Saya yakin tim akan melakukannya untuk kami,” tutur Al-Shirabi.

Bagaimana dengan kondisi tim Arab Saudi sendiri? “Saya pikir ini adalah pencapaian besar buat semua pemain bermain di Piala Dunia. Sejak saya mulai bekerja dengan tim nasional Saudi, saya merasakan emosi, kegembiraan dan harapan negara ini di Piala Dunia,” kata pelatih Arab Saudi, Juan Antonio Pizzi.

Pelatih yang membawa Chile juara Copa America 2016 itu baru melatih Green Falcons sejak November tahun lalu. Bersama Pizzi, Arab Saudi berkembang pesat.

“Saya sadar akan bahaya di depan mata, melawan tim Rusia yang kuat di depan dukungan penonton sendiri. Namun kami punya kekuatan, strategi dan mungkin dengan cara berbeda bisa memaksa mereka takut kepada fan mereka sendiri,” tutur Pizzi.

(adk/jpnn/pojoksatu)




loading...

Feedss