Peserta KLB Sepakat Ubah Statuta PSSI

Ketua PSSI, Edy Rahmayadi membuka KLB PSSI yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (13/1/2018) siang. (jpnn.com)

Ketua PSSI, Edy Rahmayadi membuka KLB PSSI yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (13/1/2018) siang. (jpnn.com)

POJOKSATU.ID, BANTEN–Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI berlangsung di ICE BSD, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (13/1/2018) siang. Kongres dengan agenda untuk mengubah atau amandemen Statuta PSSI tersebut, mendapatkan persetujuan dari peserta KLB dengan waktu yang sangat singkat yakni kurang dari 30 menit.

Dalam KLB ini, pengesahan yang dimintakan kepada voter adalah terkait draf perubahan di statuta PSSI.

Ada lima hal yang diubah dalam KLB ini. Pertama mulai dari Hierarki Organisasi; kedua keorganisasian klub, dan ketiga penambahan lembaga terafiliasi.

Jelang Indonesia Vs Islandia: Hanya Dibuka 3 Akses ke GBK, Ini Petanya

“Yang keempat adalah terkait penetapan jumlah voter di statuta dan kelima pengurangan komite tetap,” kata Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono yang membacakan draf perubahan, dikutip dari JPNN.com.

Usai pembacaan draf perubahan, Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi langsung meminta persetujuan kepada voter.

Tanpa perlawanan dan tanpa protes dari para voter yang hadir, Edy dengan cepat mengetok palu. “Jadi saya ketok palu ya ini.Semua setuju kan,” kata dia disambut setuju dari peserta kongres.

Salah satu konsentrasi pembicaraan para peserta Kongres dan cukup menarik untuk dibahas, yakni terkait masuknya Asosiasi Kota atau Asosiasi Kabupaten (Askot/Askab) dalam hierarki Organisasi dan perubahan jumlah voter.

Angel di Maria Isyaratkan Kembali ke Spanyol, Barcelona?

“Hierarki Organisasi, ditambahkan klausul Askab dan Askot. Selama ini di statuta tak satupun yang disebutkan. Maka dengan amandemen ini dimasukkan sekarang,” kata Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono.

Kemudian, terkait voter ada penambahan satu yakni Asosiasi Sepak Bola Wanita. Dengan begitu, jumlah voter yang awalnya 105 suara, untuk kongres ke depan pada 2019, akan bertambah menjadi 106 suara.

Tak hanya jumlah, pembagian pun berubah dari yang awalnya terbagi ke dalam kelompok ISL, Divisi Utama, Liga 1, Liga 2, Liga 3, Asprov dan Asosiasi Wasit, futsal, pelatih serta sepak bola wanita.

“Voter saat ini berubah penyebutan dan jumlahnya, Liga 1 ada 18 voter, Liga 2 sejumlah 16 voter, Liga 3 sama 16 voter, dan Liga 4 hanya 8. Asprov ada 34 dan Asosiasi ada 4,” ungkap Joko.

Menanggapi hal ini, Ketua Askab Pidie, Asprov Naggroe Aceh Darussalam, mengaku cukup senang akhirnya menjadi bagian dari statuta.

“Kami disebut saat di dalam statuta dan ini bagus untuk mempertanyakan hak dan tanggung jawab kami ke depannya,” ungkap dia.

(dkk/jpnn)


loading...

Feeds