5 Fakta Mencengangkan dari Laga Play Off Khusus PSBK Vs Persewangi, Nomor 4 Cuma Ada di Indonesia

Perkelahian massal terjadi pada laga play off khusus Liga 2 antara PSBK Kota Blitar vs Persewangi Banyuwangi, di Stadion Kanjuruhan, Malang, Selasa (10/10/2017) malam WIB. (@Liga1Indonesia)

Perkelahian massal terjadi pada laga play off khusus Liga 2 antara PSBK Kota Blitar vs Persewangi Banyuwangi, di Stadion Kanjuruhan, Malang, Selasa (10/10/2017) malam WIB. (@Liga1Indonesia)

POJOKSATU.ID, MALANG–Pentas Liga 2 Indonesia baru saja menyuguhkan pertandingan yang sangat tidak etis, brutal dan jauh dari kata fair play. Yaitu pada laga play off khusus antara PSBK vs Persewangi Banyuwangi di Stadion Kanjuruhan Malang, Selasa (10/10/2017) malam.

Laga tanpa penonton ini diwarnai kericuhan sepanjang pertandingan. Pemain dan offisial kedua tim terlibat perkelahian massal. Hingga wasit Suhardiyanto asal Muara Enim dikejar-kejar pemain.

Warganet menganggap pertandingan ini memalukan. Aksi brutal yang dipamerkan kedua kubu dalam laga ini dinilai menunjukkan sikap sangat tidak sportif.

Apa saja yang jadi sorotan dari laga PSBK vs Persewangi? Berikut kami paparkan 8 fakta mencengangkan dari pertandingan Liga 2 itu:

BACA JUGA:

Laga Brutal Blitar Vs Banyuwangi, Stadion Kanjuruhan Jadi Arena Tawuran

Bungkam 10 Pemain Suriah, Australia Wakili Asia Tantang Jagoan CONCACAF

1. Pertandingan play off khusus digelar karena PT LIB menerima protes dari PSBK Kota Blitar yang sebelumnya memutuskan PSBK degradasi ke Liga 3 musim depan.

2. Laga PSB vs Persewangi mencatat rekor kartu merah tercepat. Pemain Persewangi, Didik Ariyanto mendapat kartu merah saat laga baru berjalan 26 detik!

Perkelahian massal terjadi pada laga play off khusus Liga 2 antara PSBK Kota Blitar vs Persewangi Banyuwangi, di Stadion Kanjuruhan, Malang, Selasa (10/10/2017) malam WIB. (@danikristianw)

3. Hanya dalam tempo 17 menit pertama, wasit Suhardiyanto sudah mengeluarkan 3 kartu merah. Dua untuk pemain Persewangi, satu lagi untuk pemain PSBK Kota Blitar.


Feeds