Terungkap, Ini Penyebab Klub Inggris Sulit Bersaing di Liga Champions

Klopp mengungkapkan penilaiannya mengapa klub Inggris kesulitan bersaing di Liga Champions

Klopp mengungkapkan penilaiannya mengapa klub Inggris kesulitan bersaing di Liga Champions

POJOKSATU.ID, LIVERPOOL–Liga Inggris atau Premier League merupakan salah satu liga paling ketat di Eropa. Pemain kelas dunia pun banyak berkarir di sana. Sayangnya belakangan ini klub Inggris sulit bersaing di pentas Liga Champions.

Seperti pada tahun ini, hanya satu wakil Inggris yang masuk perempat final, Leicester City dan baru saja disingkirkan Atletico Madrid.

BACA JUGA:
Barcelona Vs Juventus. Ssttt….Lionel Messi dan Paulo Dybala Bikin Kesepakatan!
FIX! Negara Tetangga Ini Gagalkan Duel Timnas Indonesia Vs Argentina!

Tottenham, Arsenal dan Manchester City juga masuk UCL musim ini. Namun Spurs tereliminasi di fase grup, sementara The Gunners dan The Citizen terdepak di fase 16 besar.

Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, hanya Chelsea yang bisa masuk ke empat besar kompetisi paling elit di benua Biru tersebut, tepatnya di musim 2013-14. Namun langkah mereka juga dihentikan oleh Atletico Madrid.

Manajer Liverpool, Jurgen Klopp yang sudah setahun lebih bekerja di negeri Ratu Elizabeth mulai memahami penyebab klub Inggris kalah bersaing dengan klub-klub Spanyol atau Jerman di pentas Eropa.

Klopp mengaku mengerti mengapa tim-tim Inggris gagal tampil apik di UCL. Sebab ada terlalu banyak laga yang harus mereka mainkan di kompetisi domestik.

“Penyebab klub Inggris belum bisa tampil dengan baik di Liga Champions adalah karena meningkatnya intensitas liga,” tutur Klopp kepada Sport1.

“Kompetisi (di Premier League) lebih tinggi. Uangnya ada, itu seperti sebuah sirkuit tertutup. Hal itu tidak hilang, hanya saja berada di tangan orang lain. Itu sebabnya biaya transfer di Inggris begitu tinggi. Uang diarahkan. Dan jika mereka mengambil seseorang dari luar negeri, kekuatan keuangan ada berperan,” tutur Klopp.

“Tim-tim Inggris benar-benar kuat. Namun sejumlah laga membutuhkan kekuatan dan AS Monaco, misalnya, mengambil keuntungan dari itu melawan Manchester City (di Liga Champions),” cetusnya.

(spo/fat/pojoksatu)


loading...

Feeds