Mega Transfer Cristiano Ronaldo Picu Aksi Mogok Massal di Italia

Cristiano Ronaldo (realmadrid.com)

Cristiano Ronaldo (realmadrid.com)

POJOKSATU.id, TURIN – Cristiano Ronaldo telah resmi bergabung dengan Juventus untuk kampanye musim 2018/19.

Meski kehadiran superstar Real Madrid itu mendapat sambutan hangat dari publik Turin, namun tidak bagi para pekerja pabrik FIAT.

Sebuah serikat pekerja Italia mengumumkan kalau para pegawai Fiat di Kota Melfi bagian selatan akan melakukan aksi mogok kerja massal sebagai protes mega transfer Cristiano Ronaldo ke Juventus senilai Rp1,6 triliun itu.

Sempat Tak Harmonis, Gareth Bale Sampaikan Pesan Emosional untuk Ronaldo

Tak Puas Hanya Ronaldo, Juventus Inginkan Penggawa Real Madrid Lainnya

Dikutip dari Goal, Presiden Juventus, Gianni Agnelli kabarnya memiliki 29,1 persen saham di produsen mobil Fiat, yang merupakan milik eksklusif brand Ferrari itu.

Atas dasar itulah, para pegawai FIAT merasa marah dengan keputusan Agnelli menghabiskan uang untuk membeli peraih 5 Ballon d’Or tersebut.

“Tidak dapat diterima, selama bertahun-tahun Anda terus meminta para pegawai FCA (Fiat Chrysler Automobiles) dan CNHI (Case and New Holland Industrial) untuk melakukan pengorbanan besar pada level ekonomi, tapi kini perusahaan menghabiskan ratusan juta Euro untuk membeli seorang pesepakbola,” demikian bunyi pernyataan mereka.

Para Penggawa Juventus Sambut Hangat Cristiano Ronaldo

Bos Juventus: Bukan Kami yang Memulai, tapi Ronaldo!

Ancaman mogok kerja mereka pun sepertinya bukan ‘gertak sambal’. Pasalnya, Unione Sindicale yang berbasis di Base merilis sebuah pernyataan yang mengumumkan aksi mogok kerja akan dimulai terhitung pada 15 Juli malam hari hingga 17 Juli pagi.

“Kami diberitahu bahwa waktunya sulit dan karenanya kami harus menggunakan jaring pengaman sosial untuk mengantisipasi pelucuran model-model baru yang tidak pernah datang,”

Cristiano Ronaldo Tinggalkan Lubang Kosong di Real Madrid!

Pele Tak Kaget Cristiano Ronaldo Gabung Juventus

Cristiano Ronaldo akan Bawa Juventus Memenangkan Liga Champions

“Dan, ketika para pegawai dan keluarga mereka diminta untuk mengencangkan ikat pinggang,  perusahaan memutuskan untuk berinvestasi pada sumber daya manusia untuk uang yang begitu banyak,”

“Apakah semua ini benar? Adilkah jika seseorang meraup jutaan euro, sementara ribuan keluarga kesulitan memenuhi kebutuhannya bahkan hingga tengah bulan?” demikian pungkas pernyataan mereka.

(qur/pojoksatu)




loading...

Feedss