28 SMP di Tangsel Numpang UNBK, Ini Penyebabnya

Taryono, Kepala Disdikbud Kota Tangsel

Taryono, Kepala Disdikbud Kota Tangsel

POJOKSATU.id, TANGERANG – Sebanyak 181 SMP di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) siap melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada 23 April mendatang.

Dari jumlah tersebut, 28 SMP terpaksa menumpang UNBK di sekolah lain. Salah satu penyebabnya yakni infrastruktur komputer belum lengkap.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel, Taryono menerangkan, pelaksanaan ujian berbasis komputer tahun ini naik menjadi 100 persen.

“Tahun lalu 76 persen. Tapi untuk sekarang 100 persen. Dari 181 SMP yang ada, 153 sekolah SMP menggelar UNBK secara mandiri dan 28 SMP lainnya menumpang,” ujarnya, Senin (16/4/2018).

Menurut dia, pihaknya juga telah melakukan berbagai persiapan untuk melancarkan pelaksanaan UNBK SMP tahun ini. Mulai dari pendataan peserta UNBK, infrastruktur komputer, jaringan, dan sarana penunjang lain.

“Sampai saat ini kami sudah melakukan beberapa tahap untuk UNBK. Pertama, pendataan peserta, kedua inventarisasi infrastruktur terutama komputer sekolah,” ungkapnya.

Guna memastikan kelancaran pelaksanaan UNBK SMP pada 23 April 2018 mendatang, pihaknya mengaku sudah berkali-kali mengadakan uji coba.

Sejumlah pihak seperti PLN juga disurati Dindikbud Tangsel, guna memastikan ketersediaan pasokan listrik selaman pelaksanaan UNBK berlangsung.

“Hal-hal teknis yang kami persiapkan dengan koordinas PLN, bahwa pelaksanaan nanti tidak ada pemadaman listri, kami imbau sekolah juga memiliki genset,” ucapnya.

Nantinya, dalam pelaksanaan UNBK SMP ini, pihaknya akan menerapkan 3 kelompok di setiap hari pelaksanaanya.

“Total ada 17.759 siswa SMP Negeri dan Swasta. Karena keterbatasn komputer, maka ada 3 shift. Tapi ini sudah diantisipasi, karena waktu pelaksanaan UNBK SMK, SMA dan SMP berbeda. Jadi nanti menumpang bisa ke sekolah SMA atau SMK yang siap,” jelasnya.

(rian/pojoksatu)



loading...

Feedss